Sabtu, 10 November 2007

Pengalaman Pertama

Sekarang ini di my school ada sebuah kegiatan yang dinamakan dengan POR (Pekan Olahraga), saya diminta oleh my friends untuk mewakili kelas saya dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu saya mengikuti Kegiatan tersebut dan saya berjanji akan memberikan yang terbaik demi kelas saya yaitu XI IPA II. Dalam kegiatan tersebut, saya mengikuti perlombaan bulutangkis. Baru pertama kali saya mengikuti perlombaan bulutangkis, oleh karena itu saya masih ragu apakah bisa menang atau tidak. Tetapi saya pikir itu semua bukan masalah yang penting. Yang penting adalah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan memberikan hasil yang terbaik bagi kelas XI IPA II dan my friends. Pada saat menjalani pertandingan pertama melawan kelas tiga, kami tidak didukung oleh my friends. But akhirnya kami bisa menang melawan kelas tiga dan melaju ke babak selanjutnya. Dalam pertandingan tersebut, kami mengalami penurunan mental yang sangat drastis karena kami disoraki oleh pendukung lawan. Semuanya dapat diatasi dengan ikthiar dan doa kepada Allah. So, kami menang dan akan menghadapi lawan yang lebih hebat dari sebelumnya. Pada pertandingan kedua dimulai, kami didukung oleh my friends sehingga membuat kami merasa yakin bisa menang menghadapi lawan tersebut. Tetapi dengan kepercayaan yang tinggi kami kalah pada set pertama. Oleh karena itu, pada waktu istirahat kami saling menyemangati agar kami bisa menang menghadapi lawan tersebut. Dan akhirnya pada set kedua kami menang dan melaju ke babak selanjutnya. Sekarang kami sedang menunggu waktu untuk menjalani pertandingan yang ketiga. Sambil menuggu pertandingan yang ketiga, kami berintropeksi diri agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pertandingan yang kedua dan agar menjadi lebih bagus lagi mainnya. Tetapi pada saat pertandingan ketiga dimulai, ada pertandingan lain yang lebih penting lagi dari pertandingan tersebut. pertandingan tersebut adalah pertandingan futsal yang diselenggarakan di sekolah. Oleh karena itu, kami bingung untuk memilih pertandingan mana yang akan dimainkan. Dalam hal ini, kami harus berfikir dengan matang-matang agar semua pertandingan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan. Setelah berfikir secara matang-matang, akhirnya kami memperoleh jalan keluarnya. Jalan keluarnya yaitu kami menunjuk teman saya yang bernama Taufik yang jago dalam bermain bulutangkis. Taufik akan menggantikan posisi salah satu dari kami untuk bermain bulutangkis di GOR Bansun yang waktunya bentrok dengan jadwal pertandingan futsal yang akan diselenggarakan di sekolah. Pada saat pertandingan futsal dimulai, perasaan kami semua sangat grogi karena kami ditonton oleh semua murid yang ada di sekolah. Tetapi dengan semangat juang yang tinggi, kami semua akan memainkan sepak bola dengan permainan yang indah. Mungkin dengan semangat tersebut dapat memotivasi kami untuk meraih kemenangan pada pertandingan pertama. Pada babak pertama kami meraih skor 1-1. Dan pada babak kedua, kami dapat memaksa lawan untuk menyerah dan akhirnya kami menang untuk melanjutkan pada babak selanjutnya. Setelah pertandingan tersebut selesai, kami istirahat sebentar dan langsung pergi ke GOR Bansun untuk melihat pertandingan bulutangkis yang dimainkan oleh Taufik dan Syaiful yang sama-sama anak bulutangkis (maksudnya orang yang ikut ekskul bulutangkis). Tetapi pada saat kami sampai disana kami terkejut karena yang bermain adalah Amri dan Syaiful, bukan Taufik dan Syaiful yang telah kami tunjuk untuk bermaindalam pertandingan bulutangkis tersebut. Dengan rasa penasaran, akhirnya kami bertanya kepada Taufik yang berada di pinggir lapangan sambil menyaksikan pertandingan bulutangkis tersebut. Setelah bertanya kepadanya, kami mendapat informasi bahwa Amri bermain bulutangkis karena dia ingin sekali bermain bulutangkis bersama Syaiful dalam pertandingan tersebut. Tetapi kami semua kecewa dengan keputusan tersebut, karena dengan hal tersebut kelas kami kalah dalam pertandingan bulutangkis tersebut yang melawan kelas XII IPA IV. Dengan kepala lesu, akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing. Besoknya, kami mengatakan kepada teman-teman yang lain bahwa dalam pertandingan bulutangkis kelas kita sudah kalah sama kelas XII IPA IV. Tetapi ada kabar bagusnya, yaitu kelas kita sudah menang dengan kelas XII IPS III dalam pertandingan futsal.